Faktor-Faktor Lingkungan Yang Berhubungan Dengan Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan merupakan akibat adanya interaksi antara berbagai faktor internal perangsang pertumbuhan (yaitu dalam kendali genetik) dan unsur-unsur iklim, tanah dan biologis dari lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dikategorikan sebagai faktor eksternal (lingkungan) dan faktor insternal (genetik), dikelompokkan sebagai berikut:

a.       Faktor internal

Faktor internal meliputi ketahanan terhadap tekanan iklim, tanah dan biologis, laju fotosintetik, respirasi, pembagian hasil asimilasi dan nitrogen, klorofil,karoten dan kandungan pigmen lainnya, aktifitas enzim, pengaruh langsung gen (misalnya heterosis, epistasis) dan differensiasi.

b.      Faktor eksternal

> Edafik (tanah) yang meliputi tekstur, struktur, bahan organic, kapasitas pertukaran kation (chation exchange capasity, CEC), pH, kejenuhan basa dan ketersediaan nutrien (makronutrien maupun mikronutrien).

Menurut Ewusie (1990) bahwa tumbuhan mendapatkan sumber hidupnya dari larutan tanah bukan hanya air tetapi juga seluruh persediaan unsur nitrogen, belerang, fosfor, kalsium, kalium, besi, dan magnesium, bersama-sama dengan unsur runut sperti boron, seng, tembaga, dan mangan. Semua unsur ini termasuk dalam makronurien dan mikronutrien.

Makronutrien dan mikronutrien meliputi molibdenum, tembaga, seng, mangan, besi, boron, klor, belerang, fosfor, magnesium, kalsium, kalium, nitrogen, oksigen, karbon dan nitrogen. Untuk ketersediaan hara atau nutrien ini oleh Justus Von Liebig (1840) dengan hukum minimumnya yang menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman tidak saja dipengaruhi oleh unsur makro yang terdapat dalam jumlah banyak di alam tetapi oleh unsur mikro yang terdapat dalam jumlah minimum di dalam tanah, seperti boron (Dede setiadi, 1989).

Tanah merupakan faktor lingkungan yang mengandung komponen-komponen biotis maupun abiotis yang diperlukan oleh organisme. Tanah tidak hanya merupakan faktor lingkungan tetapi juga hasil dari aktifitas organik. Tanah penting bagi tanaman karena merupakan tempat bermukim, sumber-sumber air dan unsur-unsur hara.

Fungsi utama tanah menurut Karlen et al (1997) dalam Prijanto Pamungkas (2006) meliputi:

  • Sebagai sumber daya dalam menyimpan dan membaur hara dalam biosfer tanah yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dan hijauan makan ternak.
  • Sebagai matriks, tempat akar berpegang serta tumbuh dan tempat mentimpan dan meregulasi aliran air dan larutan.
  • Menyaring, mencegah , mendegradasi dan menurunkan kadar racun dari material organik maupun anorganik.

> Biologis meliputi gulma (tanaman liar yang mengganggu tanaman budidaya), serangga, organisme penyebab penyakit, nematoda, macam-macam tipe herbivora, dan mikroorganisme tanah seperti bakteri pemfiksasi nitrogen dan bakteri denitrifikasi, serta mikorhiza (assosiasi simbolik antara jamur dengan akar tanaman termasuk adanya zat penghambat tanaman lain yaitu allelopati).

Gulma Pluchea lanceolata yang tumbuh pada lahan yang diolah, menghasilkan total senyawa fenolik lebih banyak daripada lahan yang tidak diolah, kandungan fenol tahun kedua pada lahan yang diolah juga meningkat. Senyawa quercetin ditemukan pada lahan yang diolah, namun tidak ditemukan pada lahan yang tidak diolah. Penelitian telah berhasil melaporkan bahwa kandungan senyawa-senyawa yang bersifat allelopati juga bervariasi dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya dan dari suatu waktu ke waktu yang lainnya. Variasi allelopati tersebut berkaitan dengan variasi kondisi iklim dan tanah seperti suhu udara dan tanah, dan kelembaban tanah.

Retensi, transformasi, dan pergerakannya dalam tanah mempengaruhi kondisi senyawa allelopati. Kajian allelopati juga harus mempertimbangkan kondisi fisik, kimia dan biologi tanah. Ekspresi allelopati di lapangan sangat dipengaruhi oleh tekstur tanah , keasaman, C organik, kandungan hara, teknik pengolahan tanah, dan sistem tanam. Mikroorganisme tanah berperan penting memodifikasi pengaruh allelopati dengan mendegradasi senyawa allelopti sehingga dapat bersifat lebih aktif atau berkurang aktivitas allelopatinya. Ditanah, senyawa allelopati dapat dalam keadaan bebas atau berkaitan dengan partikel tanah yang bersifat dapat balik(reversible) mapun tidak dapat balik(irreversible). Dalam sistem tanah, rizobakteria tertentu dapat berinteraksi dengan tumbuhan inang dan menstimulasi pertumbuhan seperti meningkatkan ketersediaan hara dan kemampuan fiksasi nitrogen, serta proteksi terhadap patogen secara biologis, yaitu menginduksi resistensi tanaman secara sistemik.

> Iklim meliputi cahaya, temperature, air, panjang hari, angin, dan gas (karbondioksida, oksigen, nitrogen, sulfat dan lain-lain).

  • Cahaya matahari merupakan sumber utama dari energi yang diperlukan bagi kehidupan. Tetapi penyinaran cahaya matahari secara langsung dapat menyebabkan protoplasma rusak dan mati. Cahaya matahari adalah sebab pokok dari semua perubahan dan pergerakan di dalam atmosfir, mempengaruhi cuaca dan iklim. Di samping itu juga mempengaruhi sifat-sifat tanaman dan hewan. Cahaya merupakan faktor vital bagi kehidupan organisme tetapi kadang-kadang dapat juga menjadi faktor pembatas baik pada taraf maksimum maupun minimum. Tumbuh-tumbuhan hijau mendapatkan energi langsung dari cahaya matahari yang diserap melalui klorofil untuk proses fotosintesis.pengaruh lain dari cahaya bagi tumbuhan adalah merangsang proses differensiasi jaringan dan sel-sel tumbuhan.
  • Perbedaan terbesar antara suhu siang dan malam terdapat selama musim kering di daerah sabana pedalaman. Perbedaan ini tentu saja mempengaruhi proses fisiologi maupun anatomi tumbuhan (Ewusie,1990). Suhu juga mempengaruhi proses perkecambahan biji. Suhu optimum perkecambahan kebanyakan biji ialah antara 15-300C. Pada umumnya kisaran suhu perkecambahan pada spesies tropika bergeser ke suhu yang lebih tinggi dengan suhu minimum antara 10-200C, sedangkanbanyak spesies iklim sedang seperti gandum dan rumput padang penggembalaan berkecambah pada suhu serendah 00C.
  • Air merupakan bagian terbesar dari protoplasma, sebagai bahan pereaksi yang penting bagi proses fotosintesis dan proses hidrolisis seperti perombakan pati menjadi gula, merupakan bahan pelarut yang membawa garam-garam mineral dan unsur-unsur hara lainnya masuk ke dalam tumbuhan dan bagian lain dari tumbuhan, air juga peenting bagi proses pembentukan turginitas, sel yang sedang tumbuh, menjaga bentuk daun, proses membuka dan menutupnya stomata dan pergerakan struktur dari tanaman.
  • Angin sangat berpengaruh dalam hal kelembaban udara. Lapisan udara yang lembab di dekat tanaman diangkut dan di campur dengan udara yang lebih kering. Hal ini akan membantu proses transpirasi. Selain itu angin penting dalam mengangkut dan menyebarkan biji, serbuk sari dan spora.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s