Dekomposisi

Nutrisi dikembalikan ke tanah dalam bentuk sampah yang dilarutkan melalui kegiatan pengurai atau yang dikenal dengan istilah dekomposisi. Dekomposisi serasah adalah perubahan fisik maupun kimiawi yang sederhana oleh mikroorganisme tanah (bakteri, fungi dan hewan tanah lainnya) atau sering disebut juga mineralisasi yaitu proses penghancuran bahan organik yang berasal dari hewan dan tanaman menjadi senyawa-senyawa organik sederhana (Sutedjo et al. 1991).  Dekomposisi merupakan proses yang sangat komplek yang melibatkan beberapa faktor (Dezzeo et al. 1998). Sampah daun dan kayu yang mencapai tanah akan membusuk dan secara bertahap akan dimasukkan ke dalam horizon mineral tanah melalui aktivitas organisme tanah.

Bahan organik yang ada di permukaan tanah dan bercampur dengan mineral tanah adalah sumber yang penting bagi fosfor, kalsium, kalium, magnesium, dan nutrisi lainnya. Pelepasan hara dari pembusukan bahan organik di dalam tanah merupakan langkah  penting dalam fungsi ekosistem. Jika nutrisi diuraikan terlalu cepat,  akan hilang melalui pencucian tanah atau penguapan. Sebaliknya, jika dekomposisi terlalu lambat, hara yang disediakan bagi tumbuhan jumlahnya sedikit maka  hasilnya pertumbuhan tanaman akan terhambat.

Laju dekomposisi serasah dipengaruhi oleh faktor lingkungan, contohnya pH, iklim (temperatur dan kelembaban), komposisi kimia dari serasah, dan mikro organisme tanah (Saetre 1998). Beberapa literatur menyebutkan bahwa laju dekomposisi di daerah tropis relatif lambat, hal ini dimungkinkan  karena dedaunan pohon di tropis bersifat sclerophyllous (Mooney et al. 1984). Daun sclerophyllous antara lain daun-daun yang  kuat dan memiliki rasio luas dan beratnya rendah yang relatif tahan terhadap pembusukan.  Setidaknya selama tahap pertama dekomposisi (Jenny  1949).

Proses dekomposisi berjalan secar bertahap, dimana laju dekomposisi paling cepat terjadi pada minggu pertama. Hal ini dikarenakan pada serasah yang masih baru masih banyak persediaan unsur-unsur yang merupakan makanan bagi mikroba tanah atau bagi organisme pengurai, sehingga serasah cepat hancur (Dita, 2007).

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s