Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan ke dalam kelompok tertentu. Pengelompokan ini disusun secara runut sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi atau sistematik.

Prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup menurut ilmu taksonomi adalah dengan membentuk takson. Takson adalah kelompok makhluk hidup yang anggotanya memiliki banyak persamaan ciri. Takson dibentuk dengan jalan mencandra objek atau makhluk hidup yang diteliti dengan mencari persamaan ciri maupun perbedaan yang dapat diamati.

Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dahulu (Ancient Time, BC) . Ahli filosof Yunani, Aristotle (384-322 BC) mengelompokan makhluk hidup kedalam dua kelompok besar yaitu kelompok hewan dan kelompok tumbuhan, namun keberadaan organisme mikroskopis belum dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar yang disebut kingdom.

Perkembangan Klasifikasi Continue reading

Pelajaran dari Seekor “Pycnonotus baradus”

Publish di burung-nusantara.org dalam kegiatan lomba Menulis BuNu 2012

Saya mulai berkenalan dengan kegiatan pengamatan burung (birdwatching) sekitar tujuh tahun yang lalu.Bermula dari kegiatan magang di stasiun penelitian di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Awalnya sangat susah sekali. Jangankan untuk mengetahui jenisnya, melihat dengan teropong saja sulit karena belum punya pengalaman menggunakannya. Untungnya salah satu pengamat disana mau mengajari menggunakan teropong hingga mengidentifikasi burung.

Kendala yang biasanya dihadapi oleh orang yang pertama kali menggunakan teropong adalah objek yang dilihat menjadi dua, sehingga penggunanya memicingkan matanya sebelah seperti sedang mengintip.Hal tersebut dapat diatasi dengan menggerak-gerakkan engsel teropong sehingga diperoleh jarak yang pas antara mata kiri dan kanan.

Kendala berikutnya adalah adanya bayangan bulu mata di dalam lensa sehingga pandangan menjadigelap, hal ini terjadi karena mata pengamat terlalu dekat dengan lensa okuler (lensa yang berada dekat dengan mata).Teropong biasanya memiliki pengatur jarak dari mata ke lensa, sehingga mata pengamat tidak menempel di lensa dan menimbulkan bayangan bulu mata. Continue reading

Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) 2012 didanai 2013

Usulan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai tahun 2013 telah dibuka. Program ini terdiri atas lima bidang yaitu:

  1. Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P)
  2. Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Pada Masyarakat (PKM-M)
  3. Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K)
  4. Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi (PKM-T)
  5. Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC)

Pedoman pengajuan usulan proposal dan tata cara pengiriman proposal ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Dit. Litabmas) dapat di download pada website: http://dikti.kemdiknas.go.id, dengan headline: Usulan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2011.

Informasi selengkapnya : Penerimaan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2012 didanai 2013

 

 

 

Tugas Kuliah

Mata kuliah : Biologi Umum
Kode MK : Bio 612101
Tahun Ajaran : 2012/2013
Pokok Bahasan : Keanekaragaman Tumbuhan

Sebutkan perbedaan antara Bryophyta dan Pteridophyta. Sajikan dalam bentuk tabel di Microsof word, kirim melalui email ke : janter@unila.ac.id dengan subject : tugas bioumum 27 Sept 2012. Kirim paling lambat tgl 1 Oktober 2012 pk 23.59 wib.

File yang dikirim diberi nama nama file : npm-bioumum-270912

Tugas Kelompok

Mata kuliah : Biologi Umum
Kode MK : Bio 612101
Tahun Ajaran : 2012/2013
Pokok Bahasan : Keanekaragaman Tumbuhan

Bagi kelas menjadi 4 kelompok, pilih salah satu topik berikut :

1.Pteridophyta sebagai tanaman hias
2.Pteridophyta sebagai tanaman obat
3.Pteridophyta sebagai sumber makanan
4.Pteridophyta sebagai pupuk hijau

Presentasikan di kelas pada tgl 3 Oktober 2012, masing-masing kelompok diberi waktu 10 menit untuk presentasi dan diskusi. Materi presentasi kirim melalui email ke : janter@unila.ac.id paling lambat tgl 2 Oktober 2012 pk 23.59 wib.

Masing-masing kelompok diberi waktu 10 menit untuk presentasi dan diskusi.

Sebutkan jenis-jenis (lebih dari 1), manfaat dan kandungan tumbuhan yang dipresentasikan.

 

 

 

Faktor-Faktor Lingkungan Yang Berhubungan Dengan Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan merupakan akibat adanya interaksi antara berbagai faktor internal perangsang pertumbuhan (yaitu dalam kendali genetik) dan unsur-unsur iklim, tanah dan biologis dari lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dikategorikan sebagai faktor eksternal (lingkungan) dan faktor insternal (genetik), dikelompokkan sebagai berikut:

a.       Faktor internal

Faktor internal meliputi ketahanan terhadap tekanan iklim, tanah dan biologis, laju fotosintetik, respirasi, pembagian hasil asimilasi dan nitrogen, klorofil,karoten dan kandungan pigmen lainnya, aktifitas enzim, pengaruh langsung gen (misalnya heterosis, epistasis) dan differensiasi.

b.      Faktor eksternal

> Edafik (tanah) yang meliputi tekstur, struktur, bahan organic, kapasitas pertukaran kation (chation exchange capasity, CEC), pH, kejenuhan basa dan ketersediaan nutrien (makronutrien maupun mikronutrien). Continue reading